Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillah akhirnya saya dapat meluangkan waktu untuk 'ngeblog' lagi..., weekend kemarin sibuk kesana kemari..., maklumlah namanya juga weekend...,
Senin..., sudah siap2 mau 'ngeblog', malah jadi panik ama tropical storm Edouard..., Selasa..., sibuk nungguin Edouard yang ternyata ga sedahsyat yang digembar-gemborkan oleh media..., :D Alhamdulillah semuanya okay sampai skarang
Hubby udah berangkat kerja, sinyak dah tidur dalam ayunan..., sekarang giliran saya 'ngeblog'...,
-------------------------------------------------------------------------------------------------//
Pada posting kali ini saya ingin menyajikan (kayak makanan aja yah??? mungkin seharusnya memaparkan!!!) topik kata ganti hubungan kekeluargaan. Kata ganti ini mungkin sudah jarang kita dengar dalam percakapan sehari-hari di Achèh, kecuali mungkin di daerah perkampungan.
Saya sendiri juga ga pernah membayangkan sebelumnya (dulu saya juga ga bisa bahasa Achèh) bahwa saya akan menggunakan kata ganti ini dalam keluarga saya.
Seperti sinyak, yang memanggil ayahnya dengan sebutan 'Abu' dan memanggil saya dengan sebutan 'Mi'. Terdengar asing?? Kalah populer dengan Mama dan Papa?? Atau Mom and Dad, yang seharusnya lebih populer karena kami tinggal di U.S.?? Hmm..., bagi saya, biar aja 'kalah populer', tapi unik :)
Lebih unik lagi ketika sinyak InsyaAllah nanti sudah bisa berbicara dan berteriak riang memanggil Abuchik, Michik, Cuma, Apa, dan Abuwa-nya. Lebih unik ketika orang2 bertanya arti kata2 tersebut..., unik, karena Achèh adalah bangsa yang unik.
Nah, bagi teman-teman yang ingin mengingat kembali ataupun ingin tahu kata2 yang digunakan dalam hubungan kekeluargaan dalam bahasa Achèh, silahkan menyimak tabel2 berikut...
wassalam,
* Taken from: Achèhnese-Indonesian-English Thesaurus, Bukhari Daud and Mark Durie
3 years ago